بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ
عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Hidup di dunia ini tidaklah selamanya.
Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya.
Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun
yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap
yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan
kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada
Kami lah kalian akan dikembalikan.”
(Al-Anbiya`: 35)
Wahai orang-orang tercinta dan tersayang, keluarga, handaitaulan, sahabat, teman dekat semua apa yang melekat pada tubuh kita dan hati kita, kalau bukan kita yang akan meninggalkannya, maka apa yang melekat itu akan meninggalkan kita.
Semua yang kita miliki termasuk entah itu kesusahan atau kebahagiaan semuanya hanyalah ujian berupa penghias kehidupan. Semuanya hanya kembali kefitrah manusia yang dianugerahi akal dan perasaan untuk mengkonsumsi dan mengelola melalui akal dan perasaan (nafsu) tentang apa saja yang diberikan.
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
“Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).”
(Ar-Rahman: 26)
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”
Perkara mati bukan sekedar menyangkut amal ibadah yang akan kita bawa, namun juga menyangkut perkara bagaimana orang-orang yang kita tingggalkan saat kematian kita.
Perkataan, perbuatan dan tindakan mereka saat kita meninggal akan berdampak pada kematian kita.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ada seseorang meninggalkan dunia :
1. Jangan meratap. Meratap adalah menangis sambil berbicara mengasihani si mayit. Cukup dengan air mata yang menetes atau mengalir dan jangan sampai air mata mengenai tubuh si mayit.
Hadist Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam :
"sesungguhnya si mayit akan di siksa di dalam kuburnya disebabkan tangisan sebagian keluarganya."
untuk itu berusahalah tetap senyum, sabar, tulus dan ikhlas menerima apapun yang diberikan Allah Subhanahu Wata'ala.
2.